Monday, May 7, 2018

langsung "Program Hamil" setelah menikah - || Part 1 ||

Bismillah,
Ada keraguan pertama kali saat terbesit ingin membagikan cerita ini. Banyak pertimbangan yang saya pikirkan, ada sisi negatif dan sisi positif yang saya gamangkan. Tapi setelah saya pikir berulang-ulang, lebih banyak baik dari pada buruknya dan itulah yang membuat saya mencoba meyakinkan diri untuk membagikan cerita pribadi saya ini.  Karena saya bercermin dari diri saya sebelumnya, saya selalu mencari blog-blog yang membagikan kisah promil mereka yang berhasil.

Dan saya seperti memiliki hutang jika tak kembali membagikan kisah saya, saya sangat berharap banyak teman-teman yang terbantu dari cerita saya ini seperti saya dulu terbantu dengan blog atau instagram yang menceritakan kisah mereka.

Selain itu, beberapa jam lalu saya juga komen dan berbagi kisah di status ig teman yg bercerita tentang promil, tak lama banyak DM yg masuk ke ig saya, mereka meminta resepnya karena ingin meniru promil terakhir saya yang akhirnya membuat saya positif hamil.
Saya juga pernah bernazar, bahwa saya berjanji sama Allah saya akan membagikan tips promil saya di blog jika promil itu berhasil membuat saya hamil, tetapi dibalik semua ikhtiar Allah yang menentukan kapan seorang wanita dipercayainya untuk menjadi seorang ibu. Ikhtiar hanyalah bukti yang harus kita tunjukkan pada Allah kalau kita bersungguh-sungguh meminta kepadaNya.

Ikhtiar saya yang akan saya ceritakan ini, saya iringi dengan doa setiap hari, nanti akan saya jabarin juga merayu Allah versi saya di akhir.

Saya akan cerita dari awal,
Saya menikah tahun lalu, tepatnya 8 Juli 2017 kurang lebih 3minggu setelah idul fitri tahun lalu.
Sebulan setelah pernikahan saya masih galau karena haid saya tak kunjung datang sejak 3bulan lalu saat sebelum melangsungkan pernikahan. Singkat cerita, sejak saya haid pertama kali di bangku kelas 2 SMP haid saya memang tidak teratur hingga saya menikah, haid saya datang setiap 2 bulan atau bahkan 3 bulan sekali.

Saya pernah memeriksakan kondisi ini 2 kali selama saya remaja, tetapi dokter selalu bilang tidak masalah dan ini hanya gangguan hormon tidak seimbang. Dokter bilang mungkin saya kecapean atau terlalu stres dalam bekerja dan lain lain.

Jadi sampai menikahpun kondisi haid saya masih sama. Tapi, setelah menikah pikiran saya jadi lebih cemas dibandingkan saat sebelum menikah dulu, saya takut akan susah memiliki keturunan. Karena saya dan suami saya sama sekali tidak menunda kehamilan bahkan ingin langsung memiliki baby lucu ditengah-tengah kami.

Diawal 2bulan pernikahan, saya masih LDR dengan suami karena saya masih bekerja di Batam dan suami di Pontianak. Sebulan setelah menikah (Agustus 2017) haid saya belum datang dan tidak mungkin hamil karena kami LDR. Haid terakhir adalah bulan Mei 2017, Karena kecemasan yang berlebih tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk cek ke SPOG di Rumah Sakit Ibu dan Anak Mutiara Aini, Batam. Pada saat itu ada teman yang merekomendasikan dengan dr. Maryana di RSIA Mutiara Aini tersebut.

Saya diusg, hasilnya semua keadaan rahim baik dan normal hanya saja dr. Maryana menyampaikan bahwa, ovarium saya tidak menghasilkan sel telur sehingga tidak terjadi menstruasi. Keadaan hormon tidak seimbanglah yang menyebabkan sel telur susah untuk dihasilkan. Berarti diagnosa nya masih sama dengan beberapa tahun lalu saat saya sebelum menikah.

Akhirnya dr. Maryana meresepkan saya obat namanya Regumen untuk memancing haid dulu, kalau saya tidak salah ingat 10 butir dan diminum setiap hari, kata dokter obat habis maka beberapa hari saya akan haid dan saya harus langsung menemui dr. Maryana lagi. Saya pulang berbekal obat dari dr. Maryana dan benar setelah 10hari konsumsi obat dan 4 hari setelah itu saya haid, besoknya saya menemui dr. Maryana kembali.


Next di postingan PART 2 setelah ini ya....

No comments:

Post a Comment